Cepat sekali waktu berjalan. Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Semuanya cepat sekali berubah. Seperti baru kemarin kita bertemu, berkenalan, bercengkrama, untuk kemudian saling mengenal satu sama lain. Tapi tak terasa, tibalah kita di ujung pertemuan.
SPEECHLESS
Lemas seketika
Melihat wajah-wajah penuh harapan
Mendengar ucapan-ucapan permohonan
Hanya gambar yang diabadikan
Sebagai kenang-kenangan
Ada banyak seruan-seruan tertahan
Lebih banyak lagi kekecewaan.
Tidak ada lagi kebersamaan.
Tidak. Bukan tentang bersenang-senang. Tapi tentang sama-sama berjuang. Perjuangan di tempat dan waktu yang sama, meski dengan misi yang berbeda.
Aku dengan misi mencerdaskan, dan kamu dengan misi menjadi cerdas.
Waktu adalah obat terbaik bagi perasaan. Perlahan tapi pasti, hatimu juga akan segera sembuh. Karena apalah artinya aku? Hanya sebatas guru. Beberapa mungkin menganggapku guru dan teman. Beberapa mungkin akan merasa kehilangan. Tapi ada lebih banyak yang merasa, “biasa saja.” Hati mereka bisa sembuh dengan cepat.
Aku tahu, waktu adalah obat terbaik bagi perasaan. Tapi aku justru sebaliknya. Meski waktu biasanya berguna untuk melebur perasaan, tapi kali ini berbeda. Aku akan membiarkannya. Perasaan yang... entahlah... sedih, kecewa, rindu, berhimpun menjadi satu. Biarlah semua itu tetap berkelabut dalam hati. Terbungkus oleh rindu.
Bukan karena aku tidak mampu, bukan karena aku tidak mau, tapi karena aku ingin menikmatinya. Malam-malam sunyi penuh kerinduan. Detik-detik waktu penuh pengharapan. Semua itu seakan memberiku kekuatan. Semua itu seakan membisikan semangat kepadaku, “Kamu harus berhasil. Kamu harus memberikan contoh kepada mereka.”
Maka setiap kali kerinduan itu sembuh, aku akan memiliki kekuatan baru. Semangat baru. Meski kutahu, hanya tinggal menunggu waktu, aku akan kembali merindu.
Pepatah itu benar, “kalau sudah tiada, baru terasa.” Kamu masih ada disana, tapi aku yang tidak lagi di tempat yang sama. Meski aku yang pergi, tapi aku juga yang kehilangan. Tapi biarlah, setidaknya aku telah menghabiskan beberapa tahun dari hidupku untuk hal yang berguna.

Comments
Post a Comment